Cerita Seks Ngentotin Tante Ku Yang Bohay Dan Seksi

Cerita Seks Ngentotin Tante Ku Yang Bohay Dan Seksiby on.Cerita Seks Ngentotin Tante Ku Yang Bohay Dan SeksiCerita Seks Ngentotin Tante Ku Yang Bohay Dan Seksi – 18TahunKeatas ABG Binal AMOY artis bugil ayam kampus cerita panas cerita seks cerita tante cewek bayaran cewek cantik cantik sange amercian nude model kali ini menceritakan pengalaman sexs pribadi dari seorang  remaja dengan seorang tante bohay yang tidak sengaja ditemuinya. Langsung aja yuk baca dan simak […]

Cerita Seks Ngentotin Tante Ku Yang Bohay Dan Seksi – 18TahunKeatas ABG Binal AMOY artis bugil ayam kampus cerita panas cerita seks cerita tante cewek bayaran cewek cantik cantik sange amercian nude model

kali ini menceritakan
pengalaman sexs pribadi dari seorang  remaja dengan seorang tante bohay yang tidak
sengaja ditemuinya. Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.
Kawan aku mau berbagi cerita Sexku nih,hhe.Perkenalkan Namaku Alfin (samaran),
tinggi badanku 172 cm, dan berat badanku 62 kg. Bisa dibilang aku memiliki
wajah yang tampan dan Penis yang lumayan besar. Daya Sexsku terhitung kuat
sekali (diatas rata-rata pokoknyalah), aku melakukan onani sembari menonton Film
Dewasa / Porno sambil berimaginasi jorok. Aku sering nonton Film Dewasa / Porno
sembari meremas-remas penisku sampai aku tegang dan Ngecrot. Biasanya aku lakukan
sampai 2 kali dalam satu kali nonton Porno. Akupaling  suka susu cewek yang besar dan kenyal. Aku
paling suka kalau bermain sex dengan Women On Top,  dimana sang cewek memainkan vaginanya di atas
tubuhku sambil melihat pantat besar dan mulus yang naik turun diatas tubuhku.

Awal mula cerita saya ini dari trgedi kecelakaan kecil yang menimpaku. Aku
mempunyai kebisaan bila pada sore aku sempatkn untuk jalan-jalan dengan motor
kesayanganku, dengan memakai jeans dan jaket kesayangank.pd waktu itu aku
mengendari motorku dengan kecepatan yang tidak begitu cepat, disaat aku meliht
kekanan-kiri tiba tiba ada motor dari belakang dengan kecepatan tinggi hampir
menbraku, secara refleks aku kaget dong… kemudian akupun berusaha minggir,
tapi sial… aku malah jatuh karena ditepi jalan itu ada batu-batu kecil yang
menyebabkan ban motorku tergelincir dan akhirnya aku jatuh dan tertimpa motor.
Yang sialnya lagi, orang yang menyerempetku tidak bertanggung jawab dan langsung
tancap gas begitu saja. Setelah itu aku berusaha bangun dengan pertolongan
orang orang di sekitar lokasi kjatuhku. Aku terluka di bagian kaki, paha atas,
lengan atas dan dada. Kalau aku pikir sebenarnya luka ini tidak begitu serius
bagiku, tapi aku tersentuh sekali atas pertolongan orang-orang di sekitar situ
yang penuh simpatik dengan orang lain. Setelah kejadian itu, aku dibawa ke dalam sebuah rumah dekat kejadian. Seperti
biasa aku dibawa kerumah warga  untuk menghindari
campur tangan polisi. Setelah aku dimasukkan di dalam sebuah rumah dan motorku
di depan rumah itu, aku dipersilhkan duduk oleh seorang Tante dia cantik dan
menggemasan, yang kebetulan cewek itu adalah pemilik rumah itu.

“ Dik duduk di sini aja, sebentar ibu ambilkan obat untuk adik.” kata tante
itu dan segera masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil obat yang letak kamarnya
tepat di depan tempatku duduk .

Klau aku perkirakan sih, Tante ini
umurnya sekitar 37 tahunan, meskipun umurnya tergolong cukup tua, tapi tante
ini mempunyi body yang Sexy sekli deh. Tingginya sekitar 165 cm, mempunyai susu
yang montok , kira-kira berukuran sekitar 36B dan masih terangkat dengan
menggunakan kaos yang longgar dan pantat yang besar sekali karena pada waktu
itu dia pakai rok pendek sampai lutut dan kelihatan betis yang mulus dengan
ditumbuhi rambut halus. Aku sempat berkhayal untuk memegang pantatnya yang
besar sekali, kuremas-remas sambil memasukkan jariku ke lubang kenikmatannya.Setelah
beberapa menit dia mencari obat merah di kamarnya, dia memanggil anaknya,

“ San… Santi… tolong ambilin minum buwt
masnya yang jatuh tu !!!” suruhnny kepada anaknya.

Ternyata tante ini mempunyai seorng anak
perempuan yang bernama Isna, kira-kira umurnya sekitar 17 tahunan lah. Kemudian
setelah  menemukan obat merah, Tante itu menghampiriku,

“ Aduhhh…. ini lukanya lumayan parah Dik…” ujarnya sambil membuka tutup obat
merah.
“ Nggak kok tante, luka saya tergolong masih ringan kog tante ,” ujarku sambil
memperhatikan susunya yang montok tergelantung itu.
“ Ngomong-ngomong nama Adik siapa?” tanya ibu itu sambil meneteskan obat merah
di lengan atasku.
“ Nama saya Alfin tante. Auw..auw… perih sekali tante… pelan-pelan tante!”
ujarku yang kesakitan karen dibalut lukaku.

“ Ditahan dulu ya Dik,ini ibu bersihkan dan kasih obat biar lukanya nggk
infeksi. Perkenlkan nama Tante Isna dek,” katanya sambil meneteskan obat itu di
lengan atasku.
Dengan tidak disengaja susu tante itu menyenggol sikuku.

” Upzz… maaf tante,saya tidak sengaja
,” mohonku sambil melihat susu Tante Santi yang membuat penisku agak tegang.
Dia hanya tersenyum dan tertawa kecil.
“ Iya dek nggk papa tenang aja Tante nggak marah kog. Ngomong-ngomong mana lagi
yang mau diobatin Dek, celana kamu sobek tuh Dik kelihatannya …” ujarnya sambil
memegang celanaku yang sobek.

“ Emmm, sini tante bagian paha atas dan dada Tan,” jawabku sembari membuka
sedikit kaosku.
“ Oh bagian situ ya dik, yang ini harus diobati loh, entar kalau tidak cepet
diobati berbahaya,  coba kaki kamu bisa
di luruskan nggak?” tanyanya padaku.
“ Kayaknya bisa Tan, tapi agak ngilu sih tante karena lukanya bagian paha, ” jawabku
sambil mencari kesempatan untuk melihat susu tante Santi.

Pada waktu itu posisi dudukku tidak
memungkinkan aku untuk meluruskan kakiku yang terluka.
“ Yaudah adik ke kamar Tante dulu sana biar bisa berbaring dan kakimu bisa
diluruskan,” kata tante Santi sembari membantuku berdiri dan berjalan ke arah
kamarnya.

“ Emmm…  maaf  nih Tante sebelumnya, emngnya saya nggak papa berbaring
di kamar tante, nanti dikir macem-macem lgi sama orang tan?” tanyaku  dengan ragu kepada tante Santi. Tapi memang
sih niatku pingin berusaha nge-sex sama Tante Isna yang menggemaskan itu.
“ Udah adik tenang aja, kamukan terluka, lagian juga perlu pengobatan, sudah
masuk ayo Tante bantu!” melingkarlah tangan kananku di pundak Tante Isna sambil
aku berjalan.

Dan tidak disengaja waktu berjalan, jari-jariku menyentuh permukaan susu montok
Tante Isna tapi aku tidak merubahnya, malah kugesek-gesekkan dengan pelan-pelan
agar tidak ketahuan kalau disengaja, terasa puting susu Tante Isna yang kenyal
menyebabkan penisku tegang. Dan sampailah di tempat tidurnya.
“ Udah adik berbaring disitu, mana yang luka lagi biar Tante Obatin?” sambil
duduk di sampingku dan membelakangiku sementara aku terlentang, otomatis
tanganku menempel di paha mulus Tante Isna.
“ Di dada sini Tante,” kataku sambil membuka ke atas kaosku agar kelihatan
lukanya.
“ Sini tante obtin,tapi dilepas dulu kaosnya, entar kalau kena obat ini kan
jadi merah kaosnya,” katanya basa-basi.
Dengan kilat aku langsung membuka kaosku, dan sekarang aku telanjang dada.

“ Nah… kalau ginikan Tante bisa leluasa mengobati kamu,” ujarnya padaku.

Sambil mendekat ke dadaku, otomatis aku
melihat dengan jelas susu Tante Isna tergelantung dan ditutupi oleh BH yang
tidak muat menampung besarnya susu Tante Isna dan tanganku makin kurapatkan ke
paha dan sekarang sudah di atas paha mulus Tante Isna. Dan pada waktu Tante
Isna meneteskan obat, aku terasa pedih dan dengan refleks tanganku terangkat
sehingga menyenggol susu Bu Neneng dan rok mini Bu Neneng terangkat ke atas,
terlihat paha yang mulus itu.
“ MA… maaf… Maafin saya ya Tan,saya tidak sengaja Tante,” pinta maafku
sambil menurunkan tanganku ke paha Tante Isna yang mulus dan putih itu.

“ Iya Dik nggk papa kok,” ujarnya sambil meneruskan meneteskan lagi di bagian
dadaku yang luka.
Posisi Tante Isna Sekarang agak ke atas dan membungkukkan dirinya, otomatis
susu yang montok itu dekat sekali dengan wajahku itu. Aku tidak tahu ini
disengaja atau tidak, tapi buatku disengaja atau tidak tetap saja membuat
penisku makin tegang. Lama-lama kok posisi Tante Isna makin membungkuk dan
sampai suatu saat susunya tersentuh dengan mulutku. Nyumiii sekali payudaranya,
terasa kenyal dan empuk (batinku), akupun tidak diam begitu saja, aku berusaha
pelan-pelan menggeser tanganku yang di paha mulus Tante Isna itu, pelan dan
pelan karena aku takut Tante Isna marah karena ulahku ini. Dengan nafsu yang
kutahan, aku gerak-gerakkan tanganku. Waduh.. paha orang ini mulus sekali,
batinku sambil merasakan penis yang menegang kepingin lepas dari sangkarnya
(CD-ku), dan sampailah aku di pangkal paha Tante Isna itu dan menyentuh Cdnya yang
kelihatan memakai CD warna hijau kembang dan kepalaku bergerak ke kanan dan ke
kiri untuk menggesek Tante Isna (pelan-pelan), dan sesekali kujilat halus susu
montok itu, waktu itu Tante Isna diam saja dan terus mengobati dadaku yang luka,terdenngar
nafas Tante Isna Sering bernafas panjang dan tidak beraturan karena menahan
nafsunya akibat perbuatanku.

“ Semua luka kamu di dada sudah diobati, sekarang mana lagi yang terluka?”
sambil melihatku dan membiarkan tanganku di pahanya yang mulus itu.

” Itu Tante, di paha atas,”  jawabku sambil menunjukkan tempat yang luka.


Oh ini, celana Adik harus dibuka ini, kalau tidak dibuka bagimana Tante
bisa mengobati apalagi kamu pakai jeans yang ketat, ya sudah dicopot aja celnya!”
jawab Tante Isna sambil melihat dengan dekat luka dari luar celanaku dan
sesekali lihat penisku yang sudah tegang dari tadi.
“ Oh gitu yan Tnte, Tnte bisa bantuin copot celanaku nggak ?? aku tidak bisa
copot sendiri Tante, kan tanganku luka,” alasanku agar Tante Isna bisa lihat
penisku dari dekat.
Disaat aku meminta tolong Tante Isna  untuk membuka celanaku, dengan tiba-tiba Sri
datang dengan membawa air putih.

“ Bu ini air minumnyanya.” Ujar anaknya
sambil memberikan minum.

“ Yaaaaa… sini’in nak, sudah sekarang kamu keluar, jangan lupa tutup
pintunya, ibu mau obati Mas Alfin dulu!” ujar
pada anaknya.
Wah ini kesempatanku untuk melampiaskan sex-ku. Setelah itu Tante Isna mulai
membuka resleting celanaku dan membuka bagian atas dan aku mengangkat sedikit
pinggulku supaya Tante Isna mudah melepas celanaku. Saat membuka celanaku,
posisi Tante Isna membungkuk sehingga mulutnya dekat dengan penisku yang
tegang, dan aku sengaja mengangkat pinggul yang lebih tinggi dan tersembullah
penisku dan mulut Bu Neneng…

“ Maaf Tan.. saya tidak sengaja,” mulai saat
itu penisku mulai tegang sekali karena Tante Isna membuka celanaku sangat
merangsang penisku.

Sambil sedikit menungging dan menggerakkan sedikit pantat yang besar itu, Tante
Isna melepas celana jeans-ku (apa ini usaha Tante Isna untuk merangsang
nafsuku), dan akhirnya aku sekarang tinggal pakai CD. Dan mulailah Tante Isna mengobati
paha atasku dengan posisi nungging membelakangiku dan sedikit siku tangannya
menyentuh penis yang sudah tegang. Sesekali Tante Isna melihat penisku dan
menggesek-gesekkan sikunya di penisku itu. Dengan melihat gelagat Tante Isna ini
yang memberi peluang padaku, aku tidak diam aja. Dengan melihat pantat yang
besar menghadap kepadaku, tanganku mulai sedikit meremas-remas dan mengelus
betis lalu menuju ke atas paha yang mulus dan akhirnya aku sampai ke paling
atas (pantat mulus Tante Isna) dan aku nekat mengangkat rok mini Tante Isna ke atas
sehingga sekarang terlihatnya yang mulus itu dengan ditutupi CD yang menyelepit
di belahan pantat yang kenyal itu.

Mulailah aku mengelus-elus, dan sesekali menarik CD Tante Isna dan ternyata
sudah basah dari tadi.Lalu aku memainkan jariku di permukaan vagina yang tertutup
CD itu, Tante Isna mungkin sudah tahu gelagatku itu sehingga dia merenggangkan
kedua pahanya, jadi sekarang terlihat jelas CD Tante Isna yang basah. Sekarang
aku memberanikan diri untuk melihat secara langsung vagina Tante Isna yang
kelihatan sudah tidak sabar untuk dimasuki rudalku yang sudah tegak berdiri.
Akumulai menggeser CD Tante Isna ke kiri dan kelihatan dengan jelas vagina Tante
Isna yang sudah memerah itu. Lalu aku perlahan-lahan menggesek-gesekkan jariku
di permukaan vaginanya dan dengan reaksi itu nafas Tante Isna mulai tak
beraturan,

“ Egeehhh… ahhhhhh… uhhhhh…
Ssssbhhhh….” desah Tante Isna mulai merasakn nikmat. dan sekarang aku memasukkan jari
tengahku ke lubang kenikmatan Tante Isna dengan pasti dan kukocok dan terus
kukocok dengan pelan-pelan dan lama-lama semakin cepat dan…

“ Ahhhhh….
Auhhhhh yes terus Dik… please… ahhhhh… uhhhhhh… lebih dalam lagi Dik…
ena sekali ….shhhhh…..” desahnya mkin menjadi.
Mulailah Tante Isna membuang obat merah itu dan sekarang tidak mengobati lukaku
lagi malah sekarang dia sudah mulai mengocok dan meremas dengan kuat penisku. Aku
kurang puas dengan posisi ini, aku mulai mengangkat salah satu kaki Tante Isna ke
sampingku dan sekarang posisi 69 yang kudapat, dan vagina Tante Isna tepat di
depan mulutku. Aku mulai menjilat klitorisnya, dan kusedot kecil dan
kupermainkan pinggir vaginanya dengan lidahku yang indah itu

“ Ahhhhhhh…ssshhhh…. enak sekali
hisapanmu Dik… Ohhhhh… terus Dik…..!!! ” Pintanya pdaku.

Mulailah
aku memasukkan lidahku ke dalam lubang yang basah itu dan terasa asin tapi
gurih.
“ Ssssshhhhh…… ahhhhh… terus Dik kontol kamu tegang sekali Dik…” ujar Tante
Isna padaku.
“ Sssshhhh…. ahhhhhh… iya Tante  jilatin Kontol
aku dong Tante..!” pintaku kepadany.

Tak lama setelah ku meminta, tanpa
banyak kata Tante Isna melumat habis penisku.
“ Ssssshhhh… ohhhhhhhh… enak Tante, terus jilatin trerus Tante! ” desah dan
pintaku kepada Tante Isna.
Tante Isna memang lihai dalam hal oral, tidak satu bagian pun dari penisku yang
terlewatkan dari lidah birahi Bu Neneng. Telur penisku terlahap juga dengan
mulut binalnya. Tante Isna tidak puas sampai di situ, sekarang dia mengangkat
pantatku lebih tunggi dan kelihatan jelas lubang anusku dan sekarang
mempermainkan lidahnya di lubang anusku. Oh, terasa geli bercampur nikmat
sampai ujung rambut, pada waktu itu juga Tante Isna tidak kuat menahan nikmat
yang dia rasakan, dan aku tahu kalau Tante Isna mau orgasme yang pertama
kalinya, aku mempercepat gerakan lidahku diklitorisnya, dan mempercepat
kocokkan jariku di vaginanya dan akhirnya,

“ Ahhhhhh…. Uhhhhhh…. aku tidak tahan lagi
Dik, aku mau keluar…” dan “ Serr… serrr.. serrr..”  terasa semprotan kuat dari vagina Tante Isna
mengenai jariku.

Cairan putih kental yang keluar dari vagina Tante Isna kusedot habis sampai
bersih cairan kenikmatan Tante Isna tersebut. Dia sekarang tergeletak lemas di
sampingku.
“ Tante Isna masih kuat? Apa cukup saja Tante?” tanyaku disamping memelintir
puting susunya yangkuharapkan sex Tante Isna kembali lagi dan terangsang.
“ Ah.. kamu jantan sekali Dik! Aku tidak nyangka kamu kuat sekali, kamu belum
keluar?” tanya Tante Isna sambil mengocok halus kemaluanku yang masih tegang
itu.

“ Belum Tante! Udah cukup begini aja
atau…”

Belum aku berhenti ngomong Tante Isna mulai memasukkan penisku ke mulutnya dan
dijilat, disedot dan dikocok, sedangkan aku di pinggir tempat tidur dan Tante
Isna di atas tempat tidur denganposisi nungging, dan aku tetap meremas-remas
dan sesekali kupelintir-pelintir puting Tante Isna.
“ Aahhh… terus TAn…! lebih dalam TAnte…! yes hemmm  Aaah… sesshhhh …. aahh…”

“ Dik Cepetan masuki penis kamu, Tnte
pingin ngerasain penis kamu yang besar dan kuat ini,”
Lalu aku memutarkan tubuh Tante Isna dengan posisi nungging dan aku mulai
mengarahkan penisku ke lubang Vagina Tante Isna tapi aku tidak langsung
memasukkan penisku, kugesek-gesek dulu ke permukaan vagina Tante Isna.

“ Ahhhh.. yaaaa… masukkan Dik.. cepet aku udah tidak tahan nih… ohhhhhh… cepettttt!!!!”
Aku langsung memasukkan ke lubang Tante Isna.

“ Blesss… sleppp… ahhhhh”
“ Uhhhhhh…. Aaaaaaah… Ssshhhh….” erang Tante Isna menerima serangan batang
kemaluanku.

Aku mulai memajukan dan memundurkan
penisku dengan pelan tapi pasti dan sekarang aku tambah frekuensi kecepatan
kocokanku.
“ Ahhhhhhh… ya.. penis kamu.. hebat Dik, terus… ohhhhhh… ssshhhhhh… ahhhhhh…

Aku semakin terangsang dengan erangan Tante
Isna yang menggeliat-liat seperti cacing kebakar. Aku angkat kaki kanannya
untuk mempermudah jelajah penisku untuk sampai ke rahimnya dan makin
mempercepat kocokanku.
“ Uhhhhh….. Ahhhhhh…. ya.. aughhh.. ssssshhhhh… teruss.. jangan berhenti…
kamu hebat… ahhhhhh… ” desahnya.

“ Ahhhhhh….lebih cepet dik…! aku mau keluar, aku tidak tahan… ohhhhhhh.. yesss…”

Dan akhirnya dia menyemprotkan cairan
kenikmatannya,

“ Ahhhhh…. Serr.. serr…”

Terasa ujung penisku disemprot dengan
cairan hangat yang kental. Sekarang Tante Isna tergulai lemas di hadapanku. Aku
memperhatikan tubuh Tante Isna yang montok dengan susu yang besar, dengan telanjang
bulat tanpa sehelai benangpun disampingku. Akupun tetap mengocok sendiri
penisku biar tetap tegang, dan aku mulai tidak kuat, mungkin ini waktunya aku
untuk mengakhiri permainan sex-ku.
“ Uhhhh… ahhhh….  aku harus mengakhiri
tugasku ini tante…” ujarku pada Tante Isna.
Kemudian dengan mengangkat tubuh Tante Isna ke pinggir tempat tidur, dan
membuka lebar-lebar paha Tante Isna sehingga terpampang vagina Tante Isna yang
masih basah dengan cairan kenikmatannya, aku mulai memasukkan penis dan
mengocoknya.
“ Sssshhh…. ahhhhh… kamu nakal banget Dik.. aughhh…. Ssssshhhh…. terus Dik…
ahhhhh ”
Dengan semangat “45″ku kugenjot habis vagina Tante Isna dengan menggesek-gesek
klitorisnya dengan jari jempolku untuk mempercepat dia untuk orgasme ketiga
kalinya, dan…
“ Ahhhhh…. Tan, aku mau keluar…. ahhhhhh… Oh yess… keluarin dalam atau di
luar  Tante… Ssssshhhh… ahhhhh…”
tanyaku Sembari mempercepat kocokan jari dan penisku.

“ Sshhhhhh…. ahhh… aku juga Dik… ahhhhh…. sssshhhhh… kita barengan keluarinya,
kelurin didalam aja Dik.. ohhhhhh…” ujarnya sambil mendesah.
Tante Isna tidak kuat lagi ngomong kecuali merem-melek tahan nafsu, dan
akhirnya aku keluar di dalam vagina Tante Isna,

“ Sssssshhhh…. ahhhhhhhhh…… Crottt..
crottt… crottt… crottt…” Spermaku menyemprot smapai 4 kali semprotan dan
dibarengi dengan erangan dan getaran tubuh Tante Isna,

“Uhhhhh… ahhhhhh… yak.. oh yes… eghhhhhh….”

Kemudin  kucabut penisku dan kupukul-pukulkan di
permukaan vagina Tante Isna dengan reaksi Dia mengangkat tubuhnya akibat
vaginanya kupukul dengan penisku.

“ Benar-benar Tante Isna lihai dalm
berhubungan Sex, hebat sekali deh kamu tan” Pujiku pada Tante Isna.

“ Kamu juga hebat banget kog Dik.. Tante sampai kualahan menghadapi kontol kamu
yang tegap dan besar ini. Oh iya kontol kamu sini Tante bersihkan….”
Tante Isna langsung mengarahkan penisku ke mulutnya dan dilahap langsung dan
dikocok-kocok habis.

“ Ahhhhh… ohhhhhh… yes.. teruus..
yesss… sssshhhhhh…. Ahhhhh….”
Ini membuatku tegang lagi, dan Tante Isna tak henti-hentinya mengocok dan
mengulum penisku yang tegang sekali.
“ Tntw udah… stop.. augghhhh he… stooop a…. aku tak tahan… Geli sekli tante
…. sssshhhh…”
Dan… “Croot… croottt… croottt…”

Keluarlah spermaku untuk kedua kalinya di wajah Tante Isna, dan aku tergeletak
lemas di atas payudara Tante Isna. Setelah itu akupun tertidur lelap hingg  malam hari dirumh Tante Isna. Singkat cerita setelah
aku terbangun, aku berpmitn untuk pulang, tapi sebelum aku pulang sempat Tante
Isna memintaku untuk mencium keningya. Kuciumlah keningnya kemudin aku berpmitn
untuk pulang. Demikianlah cerita sex saya yang tidak pernak terlupakan.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.